Posted on Leave a comment

Polres Sanggau Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas-2026

Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” di Halaman Mapolres Sanggau, Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB.
Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” di Halaman Mapolres Sanggau, Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB.
Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” di Halaman Mapolres Sanggau, Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB.

 

Sanggau – Polres Sanggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” dalam rangka penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Mapolres Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana sekaligus menyatukan pola tindakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penanggulangan Karhutla.

Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir, di antaranya Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Danyon TP 833/Bumi Daranante Letkol Inf Riska Imron Rosadi, S.I.P., M.Han., Staf Ahli Bupati Sanggau Agus Sutanto, S.Hut., serta perwakilan Kejaksaan Negeri Sanggau dan Pengadilan Negeri Sanggau.

Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Ir. Didit Richardi, M.T., Kepala Seksi Penanganan Bencana Kebakaran Damkar Sanggau Zulkifli, Komandan Regu Manggala Agni Sanggau Heriadi, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran lintas instansi tersebut mencerminkan pentingnya penanganan Karhutla secara bersama dan terpadu.

Kekuatan pasukan yang mengikuti apel terdiri dari unsur Polres Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, Kompi Brimob Sanggau dan personel BKO Brimob, Sat Samapta, Sat Pamobvit, Satlantas, staf Polres, Bhabinkamtibmas, Satreskrim, Satintel, Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta gabungan Manggala Agni, Tagana, Masyarakat Peduli Api dan UPT KPH Sanggau.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Barat yang dibacakan Kapolres Sanggau, ditegaskan bahwa Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” merupakan penguatan langkah pencegahan, deteksi dini, pemadaman, penegakan hukum dan dukungan operasional secara terpadu.


Secara keseluruhan, operasi tersebut melibatkan 112 personel Polda Kalbar, 228 personel Polres/Ta jajaran Polda Kalbar, serta 304 personel BKO Korps Brimob dan Bareskrim. Kekuatan tersebut diperkuat dengan 110 personel Tim Edukasi Polri yang berasal dari penyidik Bareskrim Polri, perwira menengah Lemdiklat Polri, mahasiswa S2 PTIK, Serdik Setukpa dan Serdik Sespimma.

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika mengatakan, apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap bergerak menghadapi potensi Karhutla. Menurutnya, kecepatan respons harus dibarengi koordinasi yang kuat agar setiap kejadian dapat ditangani sejak dini.

“Operasi ini harus menghasilkan kerja nyata di lapangan. Setiap informasi mengenai titik api harus segera diverifikasi, ditindaklanjuti dan ditangani secara terkoordinasi. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan secara cepat sekaligus mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” ujar AKBP Kadek Ary.

Ia menambahkan, patroli terpadu dan ground checking akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi. Setiap titik api yang terdeteksi harus dipastikan kondisi sebenarnya di lapangan, kemudian dilakukan pemadaman, pendinginan dan pembasahan hingga benar-benar aman.

Selain aspek pemadaman, Polres Sanggau akan memperkuat komunikasi dengan masyarakat, perusahaan, pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni dan seluruh pemangku kepentingan. Edukasi mengenai bahaya pembakaran, larangan land clearing dengan cara membakar serta pentingnya pelaporan dini akan terus dilakukan dengan pendekatan yang humanis.

Kapolres juga menekankan pentingnya optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai penghubung langsung antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik wilayah dan masyarakat diperlukan agar pesan pencegahan Karhutla dapat diterima secara efektif dan mendorong masyarakat menjadi bagian dari sistem deteksi dini.

Dalam pelaksanaan operasi, seluruh sarana pendukung seperti pos tanggap darurat, sumber air, kendaraan, peralatan pemadaman, drone, command center dan sistem informasi akan dimaksimalkan. Setiap personel juga diminta memahami kondisi medan serta mengutamakan keselamatan diri dan rekan saat menjalankan tugas.

“Penanganan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan jika menemukan titik api dan ikut menjaga lingkungan. Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif,” tegasnya.

Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” di wilayah Sanggau diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan setiap kejadian Karhutla.

Melalui kesiapan personel, dukungan sarana prasarana, sinergitas lintas sektor dan partisipasi masyarakat, penanggulangan Karhutla diharapkan berjalan cepat, terpadu dan efektif sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat ditekan. (Red)

Baca juga: Pemred Metro Voice Berikan Kuliah Umum tentang Aksara Gholiks

Posted on Leave a comment

Pimpinan Media Exclusive News Ikuti Technical Meeting SAMER IDOL Season 2

Pimpinan Umum media Exclusive News, Tomi, S.Pd.,M.E., menghadiri Technical Meeting, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, di Gedung Galeri Prestasi Kabupaten Sanggau.
Pimpinan Umum media Exclusive News, Tomi, S.Pd.,M.E., menghadiri Technical Meeting, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, di Gedung Galeri Prestasi Kabupaten Sanggau.
Pimpinan Umum media Exclusive News, Tomi, S.Pd.,M.E., menghadiri Technical Meeting, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, di Gedung Galeri Prestasi Kabupaten Sanggau.

SANGGAU – Guna mematangkan persiapan menjelang perhelatan ajang olah vokal bergengsi, Pimpinan Umum dan Redaksi Media Exclusive News, Tomi, S.Pd.,M.E., menghadiri acara Technical Meeting (TM) Lomba Karaoke SAMER IDOL Season 2 yang digelar pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, di Gedung Galeri Prestasi Kabupaten Sanggau, pukul 15:00 WIB hingga selesai.

Kehadiran jajaran pimpinan pers tersebut menjadi bukti nyata dukungan insan media terhadap pengembangan bakat seni dan seni tarik suara di masyarakat. Keikutsertaan Exclusive News sekaligus memperkuat sinergi media dalam mengawal dan mensukseskan jalannya acara dari awal hingga puncak pergelaran.

Pada SAMER IDOL Season 1 di tahun 2025, Media Exclusive News juga ikut berpartisipasi sebagai peserta lomba, yang pada tahun lalu di laksanakan di Lapangan Taman Sabang Merah Kabupaten Sanggau.

“Ini tahun kedua saya mengikuti lomba karaoke ini. Tahun lalu saya membawakan lagu dangdut ciptaan saya sendiri berjudul “LENA”. Untuk tahun ini, saya akan membawakan lagu ciptaan saya sendiri lagi bergenre Pop berjudul “KASIH”, ungkap Tomi.

Dalam sesi Technical Meeting, panitia penyelenggara memaparkan sejumlah aturan main, kriteria penilaian juri, penentuan nomor urut tampil, hingga teknis penampilan bagi para peserta. Suasana TM berlangsung tertib dan interaktif, di mana para peserta dan pendamping mendapatkan penjelasan detail terkait jalannya kompetisi.

Tomi menyampaikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan SAMER IDOL yang kini telah memasuki musim kedua.

“Kami sangat mendukung ruang-ruang ekspresi positif seperti SAMER IDOL Season 2 ini. Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi yang efektif. Sebagai media, Exclusive News siap memberikan pemberitaan yang objektif, menarik, dan mengedukasi sepanjang ajang ini berlangsung,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lomba Karaoke SAMER IDOL Season 2 sendiri diprediksi bakal berlangsung lebih semarak dibanding musim sebelumnya. Sebanyak 41 peserta dari utusan OPD dan Umum telah mendaftarkan diri untuk memperebutkan gelar juara yang disiapkan oleh panitia.

Dengan selesainya tahapan Technical Meeting ini, seluruh peserta kini bersiap mengikuti perlombaan yang akan dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum’at, 20 dan 21 Agustus 2026, pukul 19:30 hingga selesai, di panggung Taman Arongk Belopa Kabupaten Sanggau. (Red)

Baca juga: Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal

Posted on 1 Comment

Pemred Metro Voice Berikan Kuliah Umum tentang Aksara Gholiks

Pemred Metro Voice Berikan Kuliah Umum tentang Aksara Gholiks
Pimpinan Umum Redaksi Metro Voice, Tomi, S.Pd., M.E., menjadi pembicara dalam acara Kuliah Umum
Pimpinan Umum Redaksi Metro Voice, Tomi, S.Pd., M.E., menjadi pembicara dalam acara Kuliah Umum

JAKARTA — Pimpinan Umum Redaksi Metro Voice, Tomi, S.Pd., M.E., menjadi pembicara dalam acara Kuliah Umum bertajuk “Mengenal Aksara Gholiks: Bahasa, Budaya, dan Masa Depan Literasi”. Acara tersebut dihadiri peserta kuliah umum yang antusias mempelajari eksistensi dan pemanfaatan sistem penulisan unik ini.

Dalam pemaparannya, Tomi, menekankan pentingnya menjaga serta mengeksplorasi warisan literasi dan sistem simbol seperti Aksara Gholiks di tengah pesatnya era digitalisasi berita dan informasi.

Aksara Gholiks bukan sekadar susunan lambang atau simbol visual semata, melainkan refleksi identitas, sejarah, serta kedalaman pola pikir penggunanya. Di era media modern, pemahaman terhadap sistem penulisan unik seperti ini dapat memicu kreativitas baru dalam penyampaian konten dan dokumentasi sejarah,” ujar Tomi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Tomi, yang juga sebagai Pimpinan Redaksi Exclusive News memaparkan bahwa Aksara Gholiks merupakan sistim Tulisan Batu yang terdapat pada pahatan batu di Batu Pahat, Nanga Mahap Kabupaten Sekadau dan Batu Sampai, Tanjung Sekayam Kabupaten Sanggau. Gholiks kata dasarnya berasal dari kata Gholij yang memiliki makna Batu atau Darat, kemudian terlogatkan menjadi Gholiks.

Aksara Gholiks tidak sama dengan bentuk dan gaya aksara pada tujuh buah Prasasti Yupa yang ditemukan di Muara Kaman Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Aksara Gholiks juga tidak sama dengan bentuk dan gaya aksara pada Papan Turai milik warisan leluhur orang-orang Iban, dan Papan Turai ini kini tersimpan di Musium Sarawak, Malaysia. Aksara Gholiks tidak sama juga dengan bentuk dan gaya aksara Dunging milik orang-orang Iban dan aksara Gagarit milik orang-orang Kadazan Dusun.

Aksara Gholiks yang ditemukan pada pahatan batu di Batu Pahat dan Batu Sampai, meskipun berasal dari sistim tulisan yang sama dan berasal dari bahasa yang sama yaitu bahasa Sangen dan bahasa Sangiang, namun kedua pahatan tulisan tersebut memiliki gaya penulisan yang berbeda. Pada pahatan Aksara Gholiks di Batu Pahat memiliki gaya penulisan yang lebih tua dari gaya penulisan Aksara Gholiks di Batu Sampai.

Gaya penulisan pada pahatan Aksara Gholiks di Batu Pahat cenderung tidak beraturan dan lebih banyak dalam bentuk simbol-simbol yang tidak membentuk sebuah kata atau sebuah kalimat. Masing-masing abjad aksara terdapat saling berdiri sendiri dan membentuk makna sendiri. Belum memiliki tanda baca dan terdapat juga abjad-abjad aksara yang terputus antara satu dengan lainnya.

Aksara Gholiks pada pahatan batu di Batu Sampai, merupakan gaya penulisan yang jauh lebih muda dari gaya penulisan di Batu Pahat. Pahatan abjad-abjad aksara Gholiks tersebut telah membentuk sebuah kata dan sebuah kalimat yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Telah terdapat tanda baca, yaitu sebuah abjad terdapat tanda sehingga membentuk bunyi sebuah kata, sehingga sedikit mempermudah dalam melacak maksud dari aksara-aksara yang terpahat pada Batu Sampai tersebut.

Terdapat juga tanda penekanan dan tanda berhenti pada sebuah kalimat. Bentuk tulisannya cenderung beraturan dan gaya penulisan pada aksara-aksaranya juga telah membentuk suatu jenis seni dalam penulisan.

Metode penulisan Aksara Gholiks ini dari kiri ke kanan seperti metode penulisan aksara Latin.

Mendorong Riset dan Integrasi Media

Kuliah umum ini terbagi ke dalam beberapa sesi materi utama:

  1. Sejarah & Karakteristik: Mengulas akar historis, keunikan struktur gramatikal, serta estetika visual dari Aksara Gholiks.
  2. Peran Media Masa Kini: Bagaimana industri jurnalistik dan media digital dapat membantu mendokumentasikan serta merevitalisasi aksara-aksara unik agar tidak hilang ditelan zaman.
  3. Peluang Teknologi: Diskusi interaktif mengenai digitalisasi font dan pemanfaatan teknologi optical character recognition (OCR) untuk pengenalan Aksara Gholiks.

Suasana semakin interaktif saat masuk ke sesi tanya jawab. Para peserta terlihat aktif berdiskusi mengenai tantangan mempelajari Aksara Gholiks serta bagaimana media massa seperti Metro Voice mempertahankan konsistensi dalam mengangkat topik-topik kebudayaan lokal maupun sistem literasi langka.

Komitmen Melestarikan Literasi

Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan pimpinan Metro Voice, yang juga sebagai Pemred Exclusive News ini untuk berbagi wawasan dan pengalaman industri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya berfokus pada perkembangan teknologi informasi arus utama, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap pelestarian kebudayaan, kebahasaan, dan bentuk-bentuk literasi unik seperti Aksara Gholiks. (Red)

Baca juga: Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal

Posted on Leave a comment

Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal

Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal
Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal
Tomi Menjadi Narasumber Tentang Aksara Gholiks Dalam Seminar Pelestarian Aksara Lokal

Jakarta, Tom’S Book – Panitia Penyelenggara Seminar Pelestarian Aksara Lokal sukses menggelar forum diskusi aksara lokal nusantara. Acara ini menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis dalam menyelamatkan aksara-aksara daerah di Indonesia dari ancaman kepunahan.

Salah satu narasumber dalam seminar tersebut, Tomi, peneliti dan penemu Aksara Gholiks dari Kabupaten Sanggau, membawakan materi mendalam mengenai keberadaan Aksara Gholiks. Dalam paparannya, Tomi menekankan bahwa aksara lokal bukan sekadar simbol tulisan sejarah, melainkan cerminan identitas, pandangan hidup, serta rekam jejak peradaban masyarakat pemiliknya.

Tomi memaparkan bahwa masyarakat yang mampu membaca dan menulis Aksara Gholiks sudah sulit ditemukan akibat tergerus arus modernisasi dan dominasi alfabet latin.

“Ketika sebuah aksara berhenti digunakan, kita tidak hanya kehilangan sistem tulisan, tetapi juga kehilangan pintu masuk untuk memahami literatur, mantra, sejarah, dan nilai-nilai kearifan yang tersimpan di dalamnya. Kita harus bergerak sebelum aksara ini benar-benar menjadi artefak mati,” tegas Tomi di hadapan para peserta seminar.

Tiga Langkah Strategis Penyelamatan Aksara Gholiks

Untuk menyelamatkan keberadaan Aksara Gholiks, Tomi merumuskan tiga pilar solusi konkret dan adaptif agar Aksara ini tidak punah oleh perubahan zaman:

  1. Digitalisasi dan Standardization Unicode: Mendorong pembuatan font standar berbasis Unicode agar Aksara Gholiks dapat diakses secara teknis di berbagai perangkat digital seperti ponsel pintar, komputer, dan platform media sosial.
  2. Integrasi Edukasi Kreatif: Mengubah metode pengajaran dari doktrinal yang kaku menjadi media interaktif melalui pembuatan komik, gim edukatif, serta konten visual di platform media sosial.
  3. Aktivasi Ruang Publik dan Komunitas: Menghidupkan penggunaan aksara dalam kehidupan sehari-hari melalui pembentukan klub baca-tulis lokal dan penerapannya pada papan nama ruang publik maupun fasilitas umum.

Tentang Aksara Gholiks

Aksara Gholiks
Aksara Gholiks

 

Aksara Gholiks merupakan sistim Tulisan Batu yang terdapat pada pahatan batu di Batu Pahat, Nanga Mahap Kabupaten Sekadau dan Batu Sampai, Tanjung Sekayam Kabupaten Sanggau. Gholiks kata dasarnya berasal dari kata Gholij yang memiliki makna Batu atau Darat, kemudian terlogatkan menjadi Gholiks.

Gholiks merupakan nama salah satu kelompok suku tertua di Kalimantan. Suku ini dahulunya adalah suku terbesar di negeri Thang Raya. Mereka membangun tempat tinggal di wilayah bebatuan, pemukiman mereka menjulang tinggi dan terbuat dari batu. Ketika terjadinya letusan Gunung Niut, orang-orang Gholiks terpisah-pisah.

Aksara Gholiks sebagai salah satu peninggalan sistim tulisan orang-orang Kalimantan pada zaman dahulunya, memiliki bentuk dan gaya aksara yang tidak sama dengan aksara-aksara yang banyak bertebaran di wilayah nusantara.

Bahkan Aksara Gholiks tidak sama dengan bentuk dan gaya aksara pada tujuh buah Prasasti Yupa yang ditemukan di Muara Kaman Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Aksara Gholiks juga tidak sama dengan bentuk dan gaya aksara pada Papan Turai milik warisan leluhur orang-orang Iban, dan Papan Turai ini kini tersimpan di Musium Sarawak, Malaysia. Aksara Gholiks tidak sama juga dengan bentuk dan gaya aksara Dunging milik orang-orang Iban dan aksara Gagarit milik orang-orang Kadazan Dusun.

Aksara Gholiks yang ditemukan pada pahatan batu di Batu Pahat dan Batu Sampai, meskipun berasal dari sistim tulisan yang sama dan berasal dari bahasa yang sama yaitu bahasa Sangen dan bahasa Sangiang, namun kedua pahatan tulisan tersebut memiliki gaya penulisan yang berbeda. Pada pahatan Aksara Gholiks di Batu Pahat memiliki gaya penulisan yang lebih tua dari gaya penulisan Aksara Gholiks di Batu Sampai.

Gaya penulisan pada pahatan Aksara Gholiks di Batu Pahat cenderung tidak beraturan dan lebih banyak dalam bentuk simbol-simbol yang tidak membentuk sebuah kata atau sebuah kalimat. Masing-masing abjad aksara terdapat saling berdiri sendiri dan membentuk makna sendiri. Belum memiliki tanda baca dan terdapat juga abjad-abjad aksara yang terputus antara satu dengan lainnya.

Aksara Gholiks pada pahatan batu di Batu Sampai, merupakan gaya penulisan yang jauh lebih muda dari gaya penulisan di Batu Pahat. Pahatan abjad-abjad aksara Gholiks tersebut telah membentuk sebuah kata dan sebuah kalimat yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Telah terdapat tanda baca, yaitu sebuah abjad terdapat tanda sehingga membentuk bunyi sebuah kata, sehingga sedikit mempermudah dalam melacak maksud dari aksara-aksara yang terpahat pada Batu Sampai tersebut.

Terdapat juga tanda penekanan dan tanda berhenti pada sebuah kalimat. Bentuk tulisannya cenderung beraturan dan gaya penulisan pada aksara-aksaranya juga telah membentuk suatu jenis seni dalam penulisan.

Secara umum, Aksara Gholiks memiliki jumlah abjad yang cukup banyak karena banyaknya jenis-jenis bunyi pada bahasa Sangen atau bahasa Sangiang. Terdapat penekanan pada tenggorokan dan cenderung berbunyi sengau serta berbunyi desis sehingga cukup sulit dalam menirukannya jika tidak terbiasa atau bukan penutur aslinya.

Pada abjad-abjad tertentu yang membentuk kata-kata tertentu terdapat penyambungan antara abjad yang satu dengan abjad yang lainnya. Begitu juga tanda-tanda baca, terdapat penyambungan baik antara sama-sama tanda baca maupun penyambungan tanda baca pada abjad.

Dalam Aksara Gholiks, terdapat beberapa abjad yang berfungsi sebagai konsonan atau huruf mati sedangkan tanda baca, terdapat beberapa yang berfungsi sebagai vokal atau huruf hidup. Kemudian terdapat juga huruf konsonan nasal atau sengau.

Konsonan nasal atau sengau adalah fonem yang di realisasikan melalui bantuan rongga hidung, atau dengan kata lainnya adalah kualitas bunyi yang disampaikan melalui hidung atau yang secara khusus dibuat dengan menurunkan langit-langit lunak.

Pada beberapa bunyi dengan penutupan bagian mulut sehingga suara menegeluarkan bunyi baik secara seluruhnya atau sebagian melalui hidung, atau bunyi dasar yang diucapkan tersebut melalui kedua hidung dan mulut secara bersamaan.

Kemudian terdapat beberapa abjad yang berbunyi desis yaitu bunyi yang bersuara lebih lembut seperti suara meniup atau berbisik.

Metode penulisan Aksara Gholiks ini dari kiri ke kanan seperti metode penulisan aksara Latin.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait teknik membaca Aksara Gholiks hingga tantangan teknis dalam proses digitalisasinya.

Melalui seminar ini, kehadiran Tomi sebagai narasumber telah berhasil memperkenalkan keberadaan Aksara Gholiks dan membuka perspektif baru bahwa pelestarian aksara lokal bukan berarti menolak kemajuan zaman, melainkan berjalan berdampingan dengannya.

Sesi seminar ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta seminar yang berkomitmen mendukung digitalisasi dan pembelajaran Aksara Gholiks secara berkelanjutan. (Red)

Baca juga: Sphinx Production Rilis Album Baru

Posted on Leave a comment

Sphinx Production Rilis Album Baru

Album “Wanita Syurga” ciptaan Tomi.
Mei Erisa, LL.D, Manajer Sphinx Production.
Mei Erisa, LL.D, Manajer Sphinx Production.

 

Jakarta, Tom’s Book – Rumah produksi kreatif, Sphinx Production, resmi meluncurkan album terbarunya yang diberi judul “Wanita Syurga”. Album ini menjadi bukti perkembangan pesat tim Sphinx Production dalam menggabungkan berbagai aliran seni yang penuh karakter dan kualitas tinggi.

Album “Wanita Syurga” ini berisi 7 komposisi yang merangkum eksplorasi gaya dari pop rock dan akustik yang disusun dengan sentuhan modern. Sesuai dengan ciri khas Sphinx Production, setiap karya di dalamnya dirancang dengan kedalaman emosi dan kerapian detail yang tinggi. Proses pembuatan album ini dilakukan sepenuhnya di studio utama Sphinx Production.

“Selama masa pengerjaan, kami ingin menghadirkan sesuatu yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga membawa pesan dan gambaran imajinasi bagi pendengarnya. Nama Sphinx sendiri melambangkan rahasia, kebijaksanaan, dan ketahanan, nilai-nilai yang kami tuangkan ke dalam setiap nada,” ujar manajer Sphinx Production, Mei Erisa, saat ditemui awak media di kantornya, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Lebih lanjut, Mei menyampaikan, album “Wanita Syurga” terdiri dari 7 lagu yaitu Wanita Syurga, Kasih, Jen, Gerimis Hujan, Untukmu Cinta, Mengapa dan Menunggu Kamu Disini. Ketujuh lagu tersebut hasil ciptaan Tomi.

Album “Wanita Syurga” ciptaan Tomi.
Album “Wanita Syurga” ciptaan Tomi.

 

Dalam proses aransemen musik, Sphinx Production hanya melengkapi dan menghaluskan konsep dasar musik yang telah dibuat Tomi.

“Tomi ini menciptakan lagu dan membuat musiknya sendiri. Meski sederhana yaitu dengan gitar, namun kita bisa menyesuaikannya. Kita lengkapi dengan tambahan alat-alat musik lain agar lebih menarik,” tambah Mei.

Sebagaimana diketahui, bahwa Tomi dikenal sebagai seorang Penulis, dengan nama lengkap Tomi, S.Pd., M.E. Tomi seorang ASN yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Tomi sejak lama selain menulis buku juga telah menulis banyak lagu. Pada tahun 2024, Sphinx Production mulai tertarik pada lagu-lagu cipataannya. Dan mulai tahun 2024 itu Sphinx Production menggandengnya bergabung dalam manajemen rumah produksi Sphinx Production. Hingga setahun kemudian, di tahun 2025 rilis album perdana Tomi berjudul “Antara Aku dan 1001 Malam”

Dengan rilis ini, Sphinx Production kembali menegaskan posisinya sebagai wadah kreativitas yang terus berinovasi, menjaga kualitas nyata, dan menghadirkan karya yang menyatu dengan selera serta harapan penikmat seni di Indonesia maupun luar negeri. (Red)